Tuesday, July 16, 2019

ME


Sebuah Novel horror
ME
30,Maret,2018
Isi
1.Tempatku berada
2. Cerita ruanganya
3. Pembawa sial
4. Misteri dimana mana
5. Tak kan bisa dijawab
6. Bertemu pelaku
8. SIAPA DIA
9. Tak di sadari


Tentang cerita penulis

            Aku tidak pandai menulis cerita. Aku hanya ingin mengerjakan hal yang menguntungkan saat ada waktu luang. Tapi lama lama semakin dekat. Menjadi hobi yang tersangkut dan tidak pernah bisah dilepaskan, walau hanya keyboard mouse dan tangan yang berkerja, tapi hasilnya sangat kaya. Inilah aku di masa depanku.

Judul : ME
Selamat membaca...


Tempatku berada

               Malam yang gelap, cahaya lampu lampu yang mati seketika dan berkedip membuat jantung berdetak cepat. Dengan langkah yang berisik, dan bulan menjadi saksi. Mata anak anak melirik seorang perempuan kecil yang berlari sedang dan menghampiri seorang guru dengan mata tajam.
pergilah! Aku sedang sibuk sekarang. Jangan sekali kali kau mengganggu aku gadis kecil.” Sentak guru yang sedang menempelkan hasil karya muridnya di madding sekolah.
Tiba tiba anak itu memegang tangan guru dan berkata.
“Tak kan, ku buka kan pintu peganganmu.”
                Mata guru itu memutar seoalah tidak peduli pada perkataanya. Dan mengusir anak itu.
Di ruang music.
“ Apakah sekolah ini pernah di hantui Ms. Hena?” Tanya Gebie dengan penuh penasaran, dan membuat Hena menjadi terganggu saat memainkan piano.
“ Sungguh aku tidak tau Geb, kemarin aku mendapatkan kabar kalo piano ini berbunyi sendiri. Tapi itu hanya fiksi, orang selalu mengarang perkataanya sendiri, bukan?” Jelas Ms. Hena.
“ Hmmm… betul sih.. tapi-“ kata Gebie terputus, entah kenapa petugas pengaman berteriak tak jelas.
“ Ada apa!”
                Dedauan turun satu persatu untuk berpisah antara dedaunan yang lain. Lantai yang putih menjadi warna merah tajam. Mayat petugas langsung di bawa ke rumah sakit, bajunya yang terisi darah kental yang begitu menyengat sekali. Saat itu matahari menyaksikan peristiwa itu.
“ AAAA!!!... petugas Max! kenapa dengan dia..-“ perkataan Gebie terputus lagi. Ada guru lain yang melaporkan ada guru yang mati di kamar mandi. Ternyata guru itu orang yang menempelkan hasil karaya di madding sekolah dan menentang perkataan anak kecil itu.
Tempat ruanganya
                Selalu ada cerita di ruangan lantai atas, kadang kadang lantai atas adalah lantai yang paling di takuti dengan orang orang. Gebie mencuri perkataan gossip orang orang yang ada di kantin.
“ Hey.. kemarin aku mendengar suara tangisan bayi dan jeritan anak perempuan loh.. dan aku melihat jejak jejak berwarna darah. Dan aku lihat di ruangan lantai atas dan nomer kamar 55 terdapat jeritan dan gaduh. Aku tak ingin membuka pintu itu. Sungguh mengerikan di lantai atas.”
                Tiba tiba Geni, teman sejati Gebie, datang menghampiri Gebie.” Gebie.. kamu dimanasih, di cariin nggak ketemu ketemu.” Omel Geni.
“ Maaf ya.. emang ada apa sih?” Tanya Gebie.
“ ini.. kamu itu mau dipindah kamar sama pak kepala sekolah, tapi aku menentangnya, tapi namanya pak kepala sekolah sih nggak boleh di bantah.. jadi kita berpisah nih.. gimana dong.. ?” Khawatir Geni.
“ Tapi kita masih sahabatkan?”
“ Tentu.. yuk makan.. “

                Malam pun datang. Gebie membereskan baju bajunya kedalam koper. Geni tidak bisa mengantar Gebie ke kamar barunya karena Geni sangat takut sekali dengan dedemit.
“ Nomer kamar 56. Haduh! Ini kan kamarnya sebelahan sama kamar 55. Dan katanya ada suara jeritan dan gaduh?.. bukan bukan, semua orang pasti mengarang cerita sendirikan? Betul kata Ms.Hani” kata Gebie sendiri.
                Tiba tiba kopernya jatuh dan menggelinding. Dia tak sengaja menjatuhi petugas yang sedang berjalan ke lantai atas, dan Gebie segera mengambil kopernya yang jatuh. Petugas itu tak berkata apapun, sama sekali. Dan tiba tiba Gebie jatuh pingsan dan petugas itu tiba tiba bangun atau sadar. Dan menolong Gebie. Tapi tiba tiba petugas itu tertusuk pisau tajam, dan lantai tangga basah berwarna darah. Dan Gebie terbangun dari pingsanya, Gebie teriak meminta bantuan, tapi sia sia.
                Petugas itu di titipkan di gudang, entah kenapa Gebie mengasihinya di gudang.
                Setelah itu Gebie langsung melanjutkan perjalanannya. Saat menaiki tangga, Gebie melihat ada seorang yang sedang turun dari tangga. Gebie terkejut saat perempuan itu lewat dan menembusnya dan Gebie di seret dan di buang ke kamar mandi.
Gebie menangis, dan tiba tiba pintunya terbuka sendiri. Tapi saat ia bangun, Gebie melihat jasad guru yang mati dan busuk di kamar mandi.
KREEEEK!
“AAAAA!”
Pembawa sial
                “ Hey.. bangunlah!.. huuh.. nggak bangun bangun juga.. heyy!!!!” Sentak teman baru Gebie.
“ Haaaaah!.. huuuh” Sambil mengatur napas.
“ Kamu siapa?” Tanya teman baru Gebie.
“ Aku Gebie. Terus kamu siapa?” Tanya Gebie.
“ Aku Vile, yang slametin kamu.. “ Jelas Vile.
“ Trimakasih.. ini kamarku?” Tanya Gebie sambil mengecek nomer pintu kamar.
“ Aku sekamar sama kamu Geb.”Jelas Vile.
“ Kamu tadi kenapa? Teriak teriak di kamar mandi? Ada kecoa ya?” Tanya Vile.
“ Nggak.. aku berani sama kecoa kok.. tadi itu aku melihat mayat di kamar mandi.. terus pintunya terbuka sendiri.. terus aku melihat sosok wanita yang mengerikan… tapi.. jangan bilang dia makhluk halus.. tapi anehnya dia pakai seragam sekolah.. kenapa sih.. sama lantai atas ini!” Kata Gebie sambil ketakutan.
Tiba tiba lampu mati. “ Kenapa ini!” Tanya Gebie.
Vile menghilang tanpa jejak, sebelum lampu itu mati.
“ Jangan bercanda.. aku tidak bisa melihat apa apa.. tolong..”
Tiba tiba pintu tertutup rapat.
“ Maukah kau menjadi temanku?... aku butuh teman… “
“ Jangan ganggu aku!” teriak Gebie.
                Lampu pun menyala, pintu terbuka dengan cepat. Vile pun memasuki kamar.
“ Ada apa Geb?” Tanya Vile.
“ Nggak papa kok.. “ Kata Gebie sedikit bohong.
Di ruangan UKS.
“ Bon.. aku mau ke toilet dulu ya.. “ Izin Neon.
“ Emang kenapa sih.. temenin aku di UKS dong..” Perintah Boni.
“ Tapi aku kebelet Bon.. pliss.. “ Izin Neon lagi.
“ Yaudah boleh.. tapi jangan lama lama ya.. aku takut.. hati hati ya..” Perintah Boni.
“ Siap.. kayak bos aja!”
                Neon pun segera ke toilet, dan meninggalkan Boni dari UKS. Karena toilet ada 2 di lantai atas dan bawah, letak Neon sekarang masih di bawah. Saat Neon ingin memasuki toilet ternyata tutup, pintunya terkunci. Neon tidak tau tentang misteri lantai atas. Dan Neon terpaksa ke toilet atas.
                Disaat memasuki toilet Neon menghadap cermin dan membenarkan rambutnya yang keren. Dan tiba tiba di belakang Neon terdapat sosok perempuan.
Deg!
Sambil memegang pundak Neon. “ Maukah engkau menjadi temanku.. aku kesepian.. tidak ada yang ingin bersamaku.. “
“ Haaaaah!!!! Tolong! Jangan makan aku.. aku masih muda.. jangan!!!!”
“ AAAAAAA!!!!!!!”
                Jasad Neon pun kaku dan mengeluarkan darah yang banyak. Kran masih terbuka dan banjir dengan warna merah.
“ Lama banget sih Neon.. “Protes Boni.
Tiba tiba atap UKS runtuh dan membuat Boni terluka. Petugas pun langsung pergi ke UKS dan membantu Boni. Reruntuhan itu membuat Boni terluka bagian kepala.
“ Hai petugas.. mengapa kau khawatir dengan bocah ini.. hhmmm.. “ sambil mengeluarkan pisau.
“ Apakah engkau khawatir dengan ku?” pintu pun tertutup rapat, seolah di kunci.
“ Kan ku bunuh kau!”
“ Jangan! Kau siapa!”
“ Kau bisa bicara ternyata… kau akan tau namaku setelah kau mati!”
“AAAAA!”
Di kantor.
“ Ms. Hena! Banyak mayat mayat yang mati dimana mana Ms.-“ ucapan petugas terputus ketika ia melihat seorang gadis kecil yang sedang berlari dengan membawa bonekah.
“ Kenapa?” Tanya Ms. Hena.
“ Banyak mayat mayat yang busuk dimana mana Ms.Hena.. “ Jelas Petugas.
“ Siapa saja yang mati?” Tanya Ms. Hena.
“ Neon, Guru Khetrin, petugas vio, dan petugas-“
  Max? Maxkan yang terdaftar di kematian misteri?” Tanya Ms.Hena.
“ Ya.. “
“ Mari kita membuat peraturan khusus tahun ini. Kita larang semua pergi di tengah malam. Dan kita harus jaga jaga!” Perintah Ms. Hena.
“ Siap Ms. Hena!”
                Di siang hari ada sekelompok anak anak yang ikut olahraga. Dan disaat istirahat ada 2 anak yang sedang bermain petak umpet. Karena mereka sangat lelah ia akan bermain lagi nanti malam.
“ Zoe kita main petak umpet lagi yuk!” Ajak Lilo.
“ Tapi kan masih malam Lo.. “ jawab Zoe.
“ Tidak apa apa.. ayuk.. “
“ Oke! “
                Saat itu Zoe yang jaga. Zoe mencari Lilo dimana mana tapi tidak ketemu. Ternyata Lilo bersembunyi di lemari.
“Hai bocah kecil… mengapa kau bermain disini. Sebaiknya kau bermain denganku.. kemarilah.. “
“ Kau siapa! Pergi! Pergi!” Bentak Lilo dengan berlari.
“ kemarilah ajak aku bermain.. aku akan menjadi sahabatmu… kita akan bersama di dalam kegelapan!”
“ AAAAAAAAAAA!!!!!!!!”
“ Lilo!!!!!! Dimana kau!” Tanya Zoe
“ Aku disini bocah nakal! “
“ AAAA!”
                Anak anak itu mati dan membusuk. Darahnya bercucuran.
Misteri dimana mana
Di kantin.
                “ Hey Geb.. lama tidak berjumpa.. kamu tidur sama siapa?” Tanya Geni.
“ Aku punya teman baru.. namanya Vile.. dia baik banget loh.. “
“ Hey aku perna membaca buku horror loh.. “ Kata Geni.
“ Ceritaiin dong.. “ Manja Gebie.
                “ Jadi.. dulu.. ada sebuah sekolah yang sangat besar dan mewah. Di sekolahan itu terdapat 3 orang yang jail.. banget. Dan ada 1 orang yang baik. Pada suatu hari ada seseorang yang tak sengaja menumpahkan minuman di rok temanya yang jail. Dan temanya marah besar. Dan suatu hari anak perempuan yang baik itu sedang tidur di kamar sekolahnya. Dan 3 anak yang jail itu, termasuk anak perempuan yang jail itu, memotong kepala perempuan itu, dengan keadaan tegang, 3 orang jail itu menyembunyikan kepalanya, dan perempuan yang baik itu masih hidup dan bersumpah kalau bila kepalanya di temukan, perempuan itu akan membunuh orang orang yang jail.. hiiiiiih ngeri banget

No comments: