Tuesday, October 29, 2019

Miro



*Matahari*

 Siang hari yang hangat Miro sedang bermain layangan.

Layangan Miro sangat indah. Miro yang buat sendiri. Miro tidak bisa bermain layang layang bersama temanya, karena temanya sedang sakit gara gara makan sembarangan, jangan sampai lalat dia makan.
Disaat asyikk bermain layangan Tiba tiba layangan Miro tersangkut. Miro sangat sedih.. tapi lihat mata Miro. Ada warna jingga di matanya. Padahal Miro laki laki, kok pake soflen, bukan! Ini bukan soflen. Tapi warna matahari yang tenggelam. Miro sangat penasaran.. dia pulang tanpa membawa layangannya.

                Miro teriak keras..
 “bencana… bencana.. berlindung!...” teriak Miro.
Ibunya Miro terkejut melihat Miro berlindung di bawah meja dan pake panci yang anti gores di kepalanya.

 “Miro!....” teriak ibunya, karena sangat jengkel melihat Miro yang sedang berlindung di bawah meja dan pake panci anti gores itu.

“ ibu! Bencana.. ibu gak berlindung nanti sakit loh?. “ kata Miro dengan panik palsunya.

“ ada apa sih! Kamu main sinetron lagi yaa.. ?” Tanya ibunya.

Miro pun menjawab “TIDAK”. Ibunya pun bertanya lagi.Miro pun menjelaskan tentang teriakan tadi yang aneh, Ibunya pun mengerti juga akhirnya.

“Ha ha ha… “ketawa ibunya Miro.Ibunya pun menjelaskan tentang mataharinya.

“Miro.. itu bukan bencana.. dan itu tidak aneh.. itu adalah matahari yang terbenam. Warnanya jingga, tapi oreng ehh.. jingga tapi? Yah. Ibu gak tau warnanya.. tapi tadi tidak bencana.” Kata penjelasan ibu Miro.Sekarang Miro sudah tau.Ibunya pun membisiki Miro.

Hari kemudian. Siang menjelang sore.

Miro pusing sekali. Karena ibunya membawa kecamata hitam. Untuk melihat matahari terbenam.
“Waah… indah sekali…...” kata aku dan ibuku. “ ibuku sangat pintar rupanya. Tapi agak galak.”

Sehabis itu aku tadi juga mempotret gambar matahari terbenam itu. Ibu juga membisiki aku lagi. Katanya besok harus bangun lebih awal untuk melihat matahari terbit.huh Capek deh…






No comments: