*Matahari*
Siang hari yang hangat Miro sedang bermain
layangan.
Layangan Miro sangat indah. Miro yang buat
sendiri. Miro tidak bisa bermain layang layang bersama temanya, karena temanya
sedang sakit gara gara makan sembarangan, jangan sampai lalat dia makan.
Disaat asyikk bermain layangan Tiba tiba
layangan Miro tersangkut. Miro sangat sedih.. tapi lihat mata Miro. Ada warna
jingga di matanya. Padahal Miro laki laki, kok pake soflen, bukan! Ini bukan
soflen. Tapi warna matahari yang tenggelam. Miro sangat penasaran.. dia pulang
tanpa membawa layangannya.
Miro teriak keras..
“bencana…
bencana.. berlindung!...” teriak Miro.
Ibunya Miro terkejut melihat Miro
berlindung di bawah meja dan pake panci yang anti gores di kepalanya.
“Miro!....”
teriak ibunya, karena sangat jengkel melihat Miro yang sedang berlindung di
bawah meja dan pake panci anti gores itu.
“ ibu! Bencana.. ibu gak berlindung nanti
sakit loh?. “ kata Miro dengan panik palsunya.
“ ada apa sih! Kamu main sinetron lagi
yaa.. ?” Tanya ibunya.
Miro pun menjawab “TIDAK”. Ibunya pun
bertanya lagi.Miro pun menjelaskan tentang teriakan tadi yang aneh, Ibunya pun
mengerti juga akhirnya.
“Ha ha ha… “ketawa
ibunya Miro.Ibunya pun menjelaskan tentang mataharinya.
“Miro.. itu bukan bencana.. dan itu tidak
aneh.. itu adalah matahari yang terbenam. Warnanya jingga, tapi oreng ehh..
jingga tapi? Yah. Ibu gak tau warnanya.. tapi tadi tidak bencana.” Kata
penjelasan ibu Miro.Sekarang Miro sudah tau.Ibunya pun membisiki Miro.
Hari kemudian.
Siang menjelang sore.
Miro pusing
sekali. Karena ibunya membawa kecamata hitam. Untuk melihat matahari terbenam.
“Waah… indah sekali…...” kata aku dan
ibuku. “ ibuku sangat pintar rupanya. Tapi agak galak.”
Sehabis itu aku
tadi juga mempotret gambar matahari terbenam itu. Ibu juga membisiki aku lagi.
Katanya besok harus bangun lebih awal untuk melihat matahari terbit.huh Capek
deh…
No comments:
Post a Comment