Tuesday, October 29, 2019

Miro



*Matahari*

 Siang hari yang hangat Miro sedang bermain layangan.

Layangan Miro sangat indah. Miro yang buat sendiri. Miro tidak bisa bermain layang layang bersama temanya, karena temanya sedang sakit gara gara makan sembarangan, jangan sampai lalat dia makan.
Disaat asyikk bermain layangan Tiba tiba layangan Miro tersangkut. Miro sangat sedih.. tapi lihat mata Miro. Ada warna jingga di matanya. Padahal Miro laki laki, kok pake soflen, bukan! Ini bukan soflen. Tapi warna matahari yang tenggelam. Miro sangat penasaran.. dia pulang tanpa membawa layangannya.

                Miro teriak keras..
 “bencana… bencana.. berlindung!...” teriak Miro.
Ibunya Miro terkejut melihat Miro berlindung di bawah meja dan pake panci yang anti gores di kepalanya.

 “Miro!....” teriak ibunya, karena sangat jengkel melihat Miro yang sedang berlindung di bawah meja dan pake panci anti gores itu.

“ ibu! Bencana.. ibu gak berlindung nanti sakit loh?. “ kata Miro dengan panik palsunya.

“ ada apa sih! Kamu main sinetron lagi yaa.. ?” Tanya ibunya.

Miro pun menjawab “TIDAK”. Ibunya pun bertanya lagi.Miro pun menjelaskan tentang teriakan tadi yang aneh, Ibunya pun mengerti juga akhirnya.

“Ha ha ha… “ketawa ibunya Miro.Ibunya pun menjelaskan tentang mataharinya.

“Miro.. itu bukan bencana.. dan itu tidak aneh.. itu adalah matahari yang terbenam. Warnanya jingga, tapi oreng ehh.. jingga tapi? Yah. Ibu gak tau warnanya.. tapi tadi tidak bencana.” Kata penjelasan ibu Miro.Sekarang Miro sudah tau.Ibunya pun membisiki Miro.

Hari kemudian. Siang menjelang sore.

Miro pusing sekali. Karena ibunya membawa kecamata hitam. Untuk melihat matahari terbenam.
“Waah… indah sekali…...” kata aku dan ibuku. “ ibuku sangat pintar rupanya. Tapi agak galak.”

Sehabis itu aku tadi juga mempotret gambar matahari terbenam itu. Ibu juga membisiki aku lagi. Katanya besok harus bangun lebih awal untuk melihat matahari terbit.huh Capek deh…






Desa Lamting yang Malang


Desa Lamting yang Malang
Di suatu desa yang bernama Desa Lamting, hiduplah sekeluarga nelayan yang miskin . Marwan si  sang ayah, Zubaidah si Ibu, dan ada  Ibunya Marwan serta anak – anak Marwan . Beberapa hari belakangan ini, Marwan suka memanjat pohon kelapa yang tinggi di kampungnya . Di atas pohon kelapa itu Ia mendengar suara – suara yang aneh . Tengah malam kemarin ibu dan zubaidah sang istri terbangun .Setelah itu, Marwan pergi ke atas bukit . Ia memandang Banda Aceh di kejauhan . Tapiterlihat begitu banyak perubahan pemandangan di sana. Tiba – tiba Marwan terkesiap, arus pantai membawa beberapa sosok mayat yang merapat . Marwan turun dari bukit sambil berteriak memanggil orang – orang sekampungnya  . Setelah kejadian itu, Marwan pergi untuk melihat nasib dua kawannya tadi yang ikut melaut dengannya, sungguh senang hidup Azwar . Keluarganya masih utuh . Semuanya selamat . Tetapi berbeda dengan Budi . Istri dan anak – anaknya telah tiada .
Di sore harinya, mayat mayat kembali terdampar . Jumlahnya semakin banyak dan setiap jam Terus bertambah . Tiba – tiba Marwan datang dari kamar mandi dan membuat ibu dan istrinya terkejut. Sesekali saja kok aku mengejutkan kalian . Sedikit    refreshing kan tidak apa .” (sambil tertawa) . Tadi pagi juga ayam  - ayam pada berlarian  dan mengeluarkan suara – suara aneh . Si belang dan si hitam juga ikut memanjat pohon kelapa . Kira – kira peristiwa apa yang akan terjadi ? Dan kapan peristiwa itu akan terjadi ?”
Keesokan harinya pukul empat dini hari, Marwan mencoba melaut untuk mencari ikan .Marwan tetap berkeras untuk melaut . Ketika Marwan bersama dua kawannya yang bernama Budi danAzwar tiba di tengah samudra, tiba – tiba mereka mendengar suara gemuruh . Mesin kapal tersengal – sengal seperti tersangkut pukat . Beberapa detik kemudian air laut turun membentuk jurang yang sangat dalam dan perahu tersedot ke dasar bumi . Tetapi Tiba – tiba perahu dilemparkan ke atas dengan cepat . Setelah laut kembali tenang, Azwar,Budi dan Marwan bergegas pulang ke rumah . Pulau Nasi luluh lantak . Apa yang dikhawatirkan benar terjadi . Marwan berlari menuju rumahnya .
Mendengar kata – kata itu, Marwan pun berhenti berlari dan berpikir sejenak . Ia berpikir apa yang dikatakan oleh bapak – bapak tersebut benar . Marwan pun mencoba untuk mengikhlaskan kepergian keluarganya . Setelah itu, Marwan ikut memakamkan ibu, istri, dan anak – anaknya, serta beberapa korban lainnya . Keuchik selaku RT di kampong tersebut tersenyum sesaat setelah mengecek warganya yang ternayata banyak yang selamat.
Keeseokan paginya, hamper semua penduduk Desa Lamting mengungsi ke pelabuhan .Tapi Marwan dan beberapa laki – laki lainnya tak hendak meninggalkan desa mereka, mereka termenung di perbukitan dan melihat mayat – mayat terus terdampar . Dan akhirnya hanya tinggal Marwan seorang diri . Lalu, Marwan melihat banyak anjing bermunculan dan menyerbu kea rah pantai . Perlahan – lahan bersama anjing – anjing lainnya yang datang menyusul kemudian, Marwan turun ke pantai, tetapi anjing- anjing tak takut padanya . Salah seekor anjing menerkam Marwan seperti babi buruan, Marwan berusaha melawan dan mereka pun bergumul . Marwan sangat panik dan ketakutan . Marwan lalu berlari hingga berpuluh – puluh meter . Dan akhirnya anjing – anjing itu berbalik kea rah pantai, dan Marwan tetap berlari menjauhi pantai.
Siang hari, Marwan bersama Keuchik dan penduduk desa lainnya menunggu di pelabuhan . Saat matahari sebentar lagi tenggelam di ufuk barat, sebuah perahu di tengah laut kebingungan hendak merapat . Perahu itu membawa sedikit makanan dan air bersih dari Banda Aceh, tanpa mesin . Tepat di saat malam mulai turun, perahu kembali ke Banda Aceh . Perahu didayung perlahan . Semua orang tidak ada yang berbicara . Hanyut dalam kesedihan mereka masing – masing . Marwan termenung memandangi pulau tempat tinggalnya yang penuh dengan mayat yang semakin jauh di belakang .

Cerpen Desa Lamting yang Malang di Ubah Ke Naskah Drama
Ibu                         : “Suara apa ini ?”
Zubaidah             : “Burung burung malam ini terus bernyanyi .”
Ibu                         : “Tumben sekali ya dah . Tak seperti biasanya . Perasaan ibu juga tak terlalu enak dah .”
Zubaidah             : “Iya bu . Zubaidah juga . Apa ini suatu pertanda ?”
Ibu                         : “Perasaan ibu mengatakan, sepertinya ada peristiwa besar yang akan terjadi .”
(Tiba – tiba Marwan datang dari kamar mengejutkan berdua.)
Zubaidah             : “Astaghfirullah , ayah ini mengejutkan saja!”
Ibu                         : “Iya, tiba – tiba datang seperti hantu .”
Marwan               : “Maafkan aku, tapi peristiwa apa itu ?”
Zubaidah             : “Wallahu a’lam lah .”
Ibu                         : “Sudahlah nak, berdoa saja kepada Allah agar kita selamat dan selalu dalam lindungan-Nya .”
Marwan dan Zubaidah : “Amiin ya rabbal alamin .”
(Keesokan, Marwan mencoba melaut untuk mencari ikan .)
Marwan               : “Zubaidah, aku pergi melaut dulu ya . Ibu, aku pergi .”
Zubaidah             : “Hari ini ayah janganlah melaut dulu . Istirahat saja di rumah . Perasaanku tidak enak sejak malam tadi .”
Ibu                         : “Aku juga seperti itu . Sudahlah nak, janganlah kau melaut dulu . Firasat ibu juga .”
Marwan               : “Sudah tidak apa . Biarkan saja aku melaut . kalau hari ini aku tidak melaut, mau makan apa kita besok ?”
(Marwan tetap berkeras untuk melaut, bersama kedua temanya. Tiba – tiba mereka mendengar suara gemuruh . Mesin kapal macet seperti tersangkut pukat .)
Budi                       : “Azwar, coba periksa dulu mesin kapalnya .”
Marwan               : “Iya. Coba periksa dulu . Mesinnya macet-macet ni .”
Azwar                   : “Ya, baiklah . Akan ku periksa .”
(Selagi Azwar memeriksa mesin)
Marwan               : “Cuacanya sangat buruk sekali .”
Budi                       : “Iya . Tadi langit terlihat sangat cerah . Tetapi sekarang langit menjadi mendung dan mengeluarkan  suara gemuruh .”
(Tiba – tiba dari buritan kapal terdengar …)
Azwar                   : “Budi, Marwan ! Mesinnya sudah diperbaiki !”
Budi                       : “Ya sudah, kembali kesini !”
Marwan               : “Aku takut akan terjadi sesuat yang tak terduga .”
Budi                       : “Berdoa sajalah agar kita selamat hingga kembali ke darat .”
Azwar                   : “Iya, serahkan semuanya kepada Allah .”
(Beberapa kemudian ada pusaran air dan perahu tersedot ke dalam. Tetapi Tiba – tiba perahu kembali ke atas dengan cepat . Setelah laut kembali tenang merka bergegas kembali pulang)
Azwar                   : “Astaghfirullah . Innalillahi . Ya Allah selamatkanlah dan lindungilah kami semua hingga kembali ke darat.
Budi dan Marwan : “Amiin .”
Marwan               : “Mari bergegas pulang . Kita tidak tau kemana ombak itu pergi . Firasatku mengatakan ada kejadian besar di darat .”
Budi                       : “Baiklah, arahkan kapal menuju pantai .”
Azwar                   : “Siap !”
( Apa yang dikhawatirkan benar terjadi . Marwan berlari menuju rumahnya .)
Marwan               : “Astaghfirullah ya Allah . Innalillahi . Astaghfirullah .” (Melihat keluarganya meninggal)
Pak Zulkifli         : “Sudahlah pak . Ikhlaskan saja apa yang sudah terjadi .”
Marwan               : “Pa..k , saya sungguh menyesal . Kenapa saya tidak menuruti nasihat istri dan ibuku tadi . Saya sungguh menyesal . Saya merasa bersalah . Saya merasa sayalah yang lebih baik mati daripada keluarga saya . Saya menyesal pa..k .Lebih baik saya mati !”
(Berlari menuju pantai untuk bunuh diri)
Pak Bambang     : “Pak, jangan bertindak bodoh seperti itu ! Jika keluarga bapak tau kalau bapak melakukan hal bodoh seperti itu , pasti mereka semakin sedih .”
Keuchik                : “Ikhlaskan kepergian mereka . Tabahlah . Ini cobaan yang diberikan oleh Allah untukmu agar kamu semakin kuat, semakin sabar, semakin tawakal kepada-Nya.” Marwan               : “Iya Keuchik . Saya mencoba untuk lebih bersabar . Saya tau ini cobaan dari Allah dan saya harus menerimanya dengan lapang dada.
(Di sore harinya, mayat mayat kembali terdampar . Jumlahnya semakin banyak)
Keuchik                : “Sudah, kita hanya bisa berdiri memandang tanpa bisa melakukan sesuatu.”
Marwan               : “Sudah tidak sanggup lagi untuk menguburkan mayat – mayat tersebut .”
Ojik                        : “Kain kafan juga telah habis dipakai .”
Bone                     : “Keuchik . Keuchik selaku ketua RT di sini tak punye rencana lain kah ?”
Bobi dan Azwae   : “Iya Keuchik  .”
Marwan               : “Iya Keuchik . Tak mungkin kita tetap tinggal disini . Pulau ini pasti akan menjadi sarang penyakit bagi kita.”
Keuchik                : “Baiklah . Kita harus mengungsi .Besok pagi kita harus mengungsi ke pelabuhan menunggu perahu , siapa tahu ada perahu yang datang.”
Bone                     : “Baiklah kawan – kawan . Sesuai yang dikatakan Keuchik tadi, besok kita mengungsi ke pelabuhan . Jadi jangan ada yang terlambat jika mau bersama – sama .”
(Saat matahari sebentar lagi tenggelam di ufuk barat, sebuah perahu di tengah laut kebingunganhendak merapat .)
Keuchik                : “Hei Bone . Sambut perahu itu . Agar dia merapat kesini .”
Bone                     : “Baik Keuchik .”
(mereka pun meninggalkan pulau tempat mereka tinggal, mereka mendayung perlahan-lahan hayut dalam kesedihan masing-masing. Marwan termenung memandangi pulau tempat tinggalnya yang semakin jauh di belakang .)

FANTASTIC Magic


FANTASTIC Magic
BOM SYEKALIKEA

TRY AGAIN
Canada, Boston
Boston City.. I don’t like that! (Kota Boston.. aku tidak suka itu!)” kataku
“ Hey.. I know.. you so sad.. but,! I have idea for this.. you can shopping in the popular Mall.. I have money.. okey.. so I have to go.. bye bye Gol Gadots..(Hey.. aku tau.. kau sangat sedih.. tapi,! Aku puny aide untuk masalah ini.. kau bias berbelanja di mall yang pupuler.. aku punya uang.. oke.. jadi aku harus pergi.. da da Gal Gadot..)” Jelas Brean.
“ I’m so angry.. huuhh.. you can Shank.. ( Aku sangat marah.. haaahhh.. kau bisah Shank)” Kataku.
“ Hey what are you doing in here children? ( Hey.. apa yang kau lakukan disini nak?)” Tanya seseorang.
“ You can’t stop ask me? I not children.. you is not my perents okey!.. don’t speak again sockers! ( Kau bias berhenti bertanya denganku? Aku bukan anak anak.. kau bukan orang tuaku oke!.. jangan bicara lagi pecundang!)” Jawabku.
“ Hmm.. this grils.. is crazy.. ( Hmm.. wanita ini gila..)” Kata orang itu.
                                            Di sebuah ruangan yang kecil, aku Shank, menemui sebuah meja kecil yang diatasnya ada sebuah kartu cloves dan heart sama sama As, aku sedikit bingung karena aku memasuki ruangan kecil dan itu adalah tempatku untuk bersantai, yang sejujurnya itu adalah gudang milik pamanku yang ada di Canada, terpaksa kami berkomunikasi dengan bahasa internasional, bahasa Inggris walau tak terlalu menguasai.
“ Hey.. siapa yang menaruh meja di sini dengan kartu aneh?!” Tanyaku.
“ When you in here? ( Kapan kau bisah ada disini?) ” Tanya balik seseorang dengan menggunakan jas biru dan celana jin.
“ Who you? This is my place! ( Siapa kau? Ini tempatku!)” jawabku.
“ I in here for my performace.. and you here for what?” Tanya orang itu.
“ You crazy this is from me.. you go now.. Dasar orang aneh.. ruangan ini aja punyaku.. kok mentang mentang ruangan kamu.. kamu ini siapa?” Tanyaku balik campur bahasa.
“ Hey.. come on interview your name.. khau orhang Indonesian?” Tanya dia balik.
“ Jangan sosok kenalan kalo kamu yang bikin semua ini jadi bingung.. why you!” Jelasku.
“ Okey okey I’m sorry.. namaku Lym.. aku orang Canada.. tapi aku tinggal lama di Indonesian.. karena saudaraku ingin aku untuk menemani..” Jelas Lym.
“ Okey.. I’m undestren your talk.. ba the way aku Shank.. aku tinggal di Indonesia tapi aku ikut Pamanku ke Canada.. yeah.. Boston I come ing!” Jelasku kepada Lym.
“ We friends?” Tanya Lym.
“ Don’t talk again.. so what are you doing in my room?” Tanyaku balik.
“ Oke.. so aku disini untuk performance.. tapi latihan.. aku tak sengaja menempati ruangan ini.. ku kira ini gudang yang tidak dipakai.” Jelas Lym.
“ Hey… kata siapa gudang ini tidak dipakai.. ya.. walau ini memang gudang, tapi sudah kubersihkan, gudang ini milik pamanku agak jauh dari rumah pamanku.. sedikit aneh, tapi apa alasanmu yang bisah menguasai tempatku ini?” Tanyaku yang membuat jawaban Lym tidak sempurna.
“ Bolehkah aku tinggal disini agak lama.. aku tidak ingin pergi ke hotel..” Jawab Lym.
“ Jadi kau tinggal di hotel!!??...” Teriaku.
“ Iya memang kenapa?” Jawab Lym.
“ Seharusnya kau latihan performance card di hotelah bukan di gudang ini!” jawabku.
“ Hmm.. kau tidak tau aku siapa?” Tanya Lym.
“ Jelas kau Lym” Jawabku.
“ Yea a cross.. memang aku Lym.. tapi aku terkenal nak.. so aku lebih tinggi daripada kedudukanmu hey Children.. my hotel is break.. you know what? Because I kedatangan tamu anak kecil yang melampui  batas.. break break break.. jadi you can save me with this place.. and you can leave this place.. go now!” Jelas Lym.
“ Dasar anak dewasa br*ngs*k!!!” Teriakku dengan memegang kerah baju Lym, sungguh kesalnya diriku.
                                            Akhirnya Lym mendapat kemenangan dengan alasanya yang begitu menyebalkan. Dan aku putuskan untuk pergi ke mall untuk membeli barang barang yang bisah menyembuhkan kekesalanku. Aku menaiki sebuah mobil yang bertulis “ Bostshop Car” ya mungkin bisah mengantarkanku ke mall yang aneh mungkin, aku sedikit bingung dengan bapak yang menyetir itu, yaa… dia menggunakan bahasa Canda ya aku tak paham.
“ Hay sir.. you can speak ingglis langue? I don’t know speak Canadian Langue’s.. you can sir?” Tanyaku tampa memikirkan artinya.
“ Yes.. I can browww…” Jawab bapak itu, entah kenapa aku dipanggil bro.. padahal aku perempuan. Bapak Gauel.
                                            Setelah sampai ke Mall, Bapak penyetir Bostshop Car memberikanku kamus bahasa Canada, ya sungguh baik hati, apa dia juga tidak tau bahasa Canada?
“ Bostshop Mall?.. nama aneh, seperti Lym!” Kataku sambil melihat nama yang besar, yang ditempel di atas mall.
                                            Aku langsung memasuki Mall Bostshop, yea disana ada banyak barang barang yang mahal, uang yang ku punya hanya hanya 11 dollar di Indonesia 154 ribu. Setelah melihat lihat aku menemukan satu barang kecil yang menggemaskan yang membuatku terpesona melihatnya.
“ Teddy Magic Bear? Sungguh lucu.. kira kira harganya berapa ya? Cocok untuk kekesalanku yang terus menggema.. “ Kataku sambil membolak balik barang tersebut, itu seperti gelang yang tengahnya ada leontin gambar bonekah beruang yang imut membawa berberapa kartu remi dan topi sulap.
‘’ Mears Gloww Verniest? Seperti kalung jam… apaaa!!!!.... 1 juta dollar? Apakah semahal ini 14 juta kalo dihitung di Indonesia?.. apa yang istimewa dari kalung jam ini? Coba kubuka jamnya.. yeaahhh.. terkunci.. mungkin rahasia.. hmm.. beli Teddy Magic Bear aja.. “ Kataku.
                                            Sesudahku membayar barang Teddy Magic Bear.. aku langsung membeli es cream di depan mall, tapi aku sedikit penasaran saatku duduk di kursi tunggu es cream Bostshop, aku melihat dari kejauhan yaitu sebuah gambar besar mungkin dipasang figura, dengan penasaran yang begitu tinggi aku langsung melangkah maju untuk melihat gambar tersebut, seperti iklan di mall, tapi terpajang di sebuah figura.
“ Gambar siapa tu.. besar banget.. “ Kataku penasaran.
                                            Dan aku berhasil mendekati gambar itu, dan ternyata itu gambar iklan yang membujuk pembeli untuk melihat sebuah pertunjukan sulap Royal Performance Magic, tak begitu tertarik, saat kulihat wajah yang di iklankan diatas itu tak begitu asing saat kulihat, dan itu LYM.. dan aku terkejut.
“ Apa?!!.. Lym orang seenaknya sendiri terkenal dengan magicnya!??” Kataku menggunakan bahsa Indonesia untung semua pembeli nggak lihat aku, gak tau bahasa.
“ Apa Lym menggunakan ruanganku untuk latihan performance? Ah.. mungkin itu bukan Lym massak.. Lym orang aneh bisah seperti itu..” Kataku seenaknya.
                                            Tapi aku terkejut saat aku lihat di bawah figura bertulis “ LYM MASTER MAGIC CARD” yah keburu kaget deh ternyata itu memang Lym, tapi nggak sudi liat acara performancenya..
“ Aku harus pulang sebelum tempatku bisa hancur gara gara kemasukan sulapnya Lym!” Kataku yang langsung menghampiri si tukang es cream yang menungguku lama.. kasihan banget si tukang es cream Canada orangnya baik ternyata.
                                            Aku langsung terburu buru yang aneh aku malah lari nggak pakai Bostshop Car. Tapi aku tau jalan pulang. Aku berlari hanya untuk apartemenku aman, sangat merepotkan Lym itu.
Aku langsung membuka pintu apartemenku, tapi saat itu Lym tidak ada syukurlah..
“ Huuhh.. untung Lym sudah pulang..” Kataku sambil menghembus napas. Tapi aku langsung di tarik dengan seseorang, dan menutup mataku dengan sebuah tali.
“ Tolong aku.. tolong.. paman!!.. oh iya ya kan disini pakai bahasa Canada.. hmm.. Help me…. Help me.. uncle help me.. evrery one halp me!!!”Teriaku meminta tolong, yaah.. keburu dimasukin ke mobil, dan aku tidak tau ingin di apakan. Tapi aku di bius dengan suntikan tampa sadar sementara.
                                            Setelah sadar kira kira 5 menit. Aku membuka tali yang membuatku sangat gerah dan membuat perih di mata. Aku berusaha membuka tali yang mengikat tanganku, untung aku sudah mempersiapkan diri dalam keamanan darurat, aku mempersiapkan pisau di sepatuku, dan mengambilnya dengan tangan terikat lalu memotong ikatan itu dengam mata tertutup ya alias di ikat. Dan akhirnya berhasil juga.. aku pun membuka ikatan tali di mata, dan akhirnya aku bisa melihat lagi, dan sial hanya ada lampu yang bisa menerangi kursi yang kududuki, aku membuka ikatan tali di kaki, dan aku juga membuka ikatan tali di rambut ha ha..
“ Sumpek banget sih disini.. siapa sih yang tega teganya ngurung aku disini.. untung si Teddy Magic Bear masih utuh aku bawa..” Kataku.
                                            Aku pun berusaha keluar dari sebuah ruangan yang gelap tapi dengan sapu lampu yang menyinari kursi. Saat kubuka pintunya tak tersengaja ada orang yang membuka pintu itu, dan aku terkejut.
“ Hey!” Teriak seseorang yang membuat aku terkejut lagi.
“ Lym!!!” Teriaku, yang membuat Lym juga terkejut.
“ Ssst.. aku disini ingin membebaskanmu…” Kata Lym.
“ Aku sudah bebas.,. dan sekarang aku harus pergi!.. dasar sokcers!..” Kataku.
Tapi sayangnya malah di halangi oleh Lym, dan aku tidak bisa keluar dari satu pintu itu yang terhalang oleh Lym.
“Aku akan membebaskanmu Shank..” Kata Lym.
“ You know? I don’t like your idea!” Balasku kasar.
“ I can’t free you Shank!” Jelas Lym menghalangiku.
“ You know what?.. I hate you Lym.. because you keep your magic to free?? Because you is populller??” Tanyaku yang membuat Lym tersakiti.
“ I jus’t halp you Shank!.. percayalah!” Jawab Lym.
“ Hahaha.. bodo amat.. kau yang ngurung aku, malah bebasin mangsa!” Jelasku.
“ Aku tindak mengurungmu.. aku juga di hokum Shank.. you know… I not stupid.. aku disini juga dikurung!” Jelas Lym.
“ You Is My Impossiball